Blog

Seberapa Penting Program Keluarga Berencana? Inilah Manfaatnya

 

Dua anak lebih baik adalah moto program keluarga berencana (KB) yang sampai saat ini sangat populer dan familiar oleh sebagian besar orang. Program KB sendiri adalah program skala nasional yang bertujuan menekan angka kelahiran serta mengendalikan laju pertambahan jumlah penduduk di suatu negara. Hal ini terkait dengan beban ketergantungan hidup dan kemiskinan yang bisa terjadi jika banyak angka kelahiran yang berada di suatu wilayah.

Apa itu program keluarga berencana (KB)

Sedikit banyak sudah dijelaskan di atas. Akan tetapi, mungkin Anda masih bertanya-tanya tentang program KB yang lebih riil dan seberapa pentingnya. Program keluarga berencana atau yang lebih akrab disebut KB ini memang program berskala nasional untuk menekan angka kelahiran juga mengendalikan pertambahan penduduk suatu negara. Sebagai contoh, Amerika Serikat mempunyai program KB yang dikenal dengan Planned Parenthood.

Selain menekan angka kelahiran dan pertambahan penduduk, program KB ini dibuat dalam rangka menciptakan kemajuan, kestabilan, dan kesejahteraan ekonomi di setiap keluarga. Mengenai KB, semuanya sudah diatur dalam peraturan UU No 10 Tahun 1992 yang diawasi secara khusus oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Wujud terselenggaranya program keluarga berencana adalah berupa pemakaian alat kontrasepsi untuk menunda ataupun mencegah kehamilan pada keluarga yang sudah mempunyai anak.

READ  Kapankah Diperlukan Pemeriksaan CT Scan?

Program KB Terbukti Turunkan Angka Kelahiran di Indonesia

Melansir dari berbagai sumber, data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) yang terbaru dari BKKBN, terdapat tren angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) di Indonesia yang berkurang sejak tahun 1991. Di akhir tahun 1991, angka kelahiran total tersebut tercatat mencapai 3%.

Menurut catatan berikutnya, angka kelahiran total di Indonesia berhasil diturunkan dari 2,6 anak per wanita pada tahun 2012 menjadi sejumlah 2,4 anak per wanita pada 2017. Penurunan tren kelahiran ini sejalan beriringan dengan peningkatan jumlah pemakaian alat kontrasepsi (alat KB) dari sejumlah 62% pada tahun 2012 menjadi sejumlah 66% di tahun 2017.

Manfaat program keluarga berencana dari sisi medis

READ  Cara tepat pengobatan kanker endometrium

Selain menjadi program pemerintah untuk menyejahterakan penduduknya dengan pembatasan angka kelahiran demi menyelaraskan kemampuan ekonomi keluarga juga berdampak baik untuk kesehatan. Program keluarga berencana tidak hanya dibuat untuk memenuhi target pemerintah saja, namun juga bermanfaat dari segi medis.

Jika dilihat dari kacamata medis, program ini mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan setiap anggota keluarga. Tak hanya ibu saja, anak dan suami juga dapat merasakan efek dari program ini secara langsung. Manfaat KB yang pertama adalah mencegah kehamilan yang tidak diinginkan atau insiden kebobolan. Kasus kebobolan ini bisa terjadi pada wanita yang sudah pernah hamil atau belum pernah hamil, namun terjadi ketika pasangan ini belum mapan secara ekonomi atau secara usia.

Akibatnya, ada efek melahirkan bayi prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), kecacatan bayi, dan kondisi bayi yang tidak sehat lainnya. Persoalan lainnya juga berkaitan dengan jarak usia anak pertama dan kedua yang terlalu dekat yang berisiko tidak optimalnya orang tua dalam memberikan kasih sayang, nutrisi, dan perhatian pada tumbuh kembang anak. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas SDM.

READ  Penyebab umum kanker endometrium

Manfaat program keluarga berencana berikutnya adalah menurunkan angka kematian ibu. Hal ini terkait fungsi KB yang memberikan perencanaan kehamilan yang tepat. Saat usia wanita masih belia atau sudah berumur, sangat rentan mengalami komplikasi kehamilan dan kelahiran, sehingga bisa berisiko meningkatkan kematian ibu. Karenanya, sangat penting mengikuti program KB. Selain angka kematian ibu, angka kematian bayi juga bisa dikurangi karena KB ini membantu menentukan waktu yang tepat untuk siap mempunyai anak yang sehat, kuat, dan cerdas.

 

Sumber artikel:

hellosehat.com

www.fimela.com

www.bkkbn.go.id

 

Sumber gambar:

hellosehat.com

dunia.tempo.co